Mencapai pola hidup sehat atau berat badan ideal tidak semestinya diraih melalui diet ekstrem yang menyiksa. Saat ini, ada metode diet flexitarian yang lebih longgar alias fleksibel, namun tetap berdampak besar dan positif bagi tubuh Anda. Mari kita bedah bersama di artikel ini.
Apa Itu Diet Flexitarian?
Diet flexitarian merupakan teknik yang dipopulerkan oleh ahli gizi Dawn Jackson Blatner melalui bukunya “The Flexitarian Diet”. Prinsip utamanya bukan tentang “pantangan”, melainkan “penambahan”.
Anda didorong untuk meningkatkan porsi dan mengonsumsi lebih banyak sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Mengutip Healthline, metode diet ini sejatinya tidak memiliki aturan kalori atau jumlah makronutrien yang kaku.
Jadi, metode flexitarian lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang ketimbang metode diet ketat lainnya. Fokusnya adalah pada protein nabati dan makanan utuh yang minim proses pengolahan.
Manfaat Diet Flexitarian bagi Kesehatan
Menerapkan pola makan flexitarian sendiri memberikan berbagai keuntungan yang telah didukung oleh banyak riset kesehatan, di antaranya adalah sebagai berikut.
- Kesehatan Jantung: Mengurangi asupan daging merah dan menggantinya dengan protein nabati dapat membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol.
- Manajemen Berat Badan: Karena berfokus pada makanan tinggi serat, diet ini membantu Anda merasa kenyang lebih lama sehingga asupan kalori terjaga secara alami.
- Pencegahan Diabetes Tipe 2: Pola makan yagtinggi serat dan rendah gula tambahan sangat efektif dalam menjaga kestabilan kadar gula darah.
Dalam menjalankan diet ini, pemilihan sumber karbohidrat sangatlah krusial. Anda disarankan untuk memilih biji-bijian utuh yang kaya nutrisi untuk mendampingi sayur dan protein nabati. Salah satu pilihan terbaik yang bisa Anda gunakan adalah beras sehat organik.
Beras Spesial Blend Organik merupakan produk unggulan Healthy Choice yang sangat cocok untuk Anda yang sedang menjalani diet flexitarian. Produk ini merupakan campuran khusus dari 80% beras pandanwangi dan 20% beras hitam. Karbohidrat rendah, kenyang lebih lama, dan mengandung antioksidan.
Tips Memulai Diet Flexitarian untuk Pemula
Jika Anda tertarik mencoba teknik diet yang sangat fleksibel ini, Anda hanya perlu mengikuti langkah-langkah praktis berikut ini.
1. Terapkan “Meatless Day”
Alih-alih langsung berhenti total mengonsumsi daging atau sumber karbohidrat hewani, mulailah secara pelan-pelan. Anda bisa menetapkan satu hari khusus tanpa daging, seperti setiap hari Senin atau lainnya sesuai keinginan.
2. Ubah Porsi Piring Anda
Jika dahulu lauk dengan protein hewani merupakan bintang utama di piring, ubahlah dengan menjadikannya hanya sebagai pelengkap atau penyedap rasa. Sayuran hijau dan kacang-kacangan harus mendapatkan porsi lebih utama.
3. Eksperimen dengan Protein Nabati
Mulailah mengolah tempe dan sumber protein nabati lainnya dengan bumbu-bumbu yang biasa Anda gunakan untuk daging. Jadi, Anda tetap merasakan kelezatan makanan meskipun tanpa protein hewani.
4. Pilih Sumber Energi yang Tepat
Terakhir, pastikan Anda memilih sumber energi seperti karbohidrat, protein, dan vitamin dari bahan-bahan organik dengan kandungan nutrisi lebih baik dan aman. Asupan karbohidrat, protein, dan vitamin yang seimbang akan membantu menjaga daya tahan tubuh, mendukung metabolisme, serta memastikan kebutuhan energi harian terpenuhi secara optimal.
Jalankan Program Diet dengan Cara Menyenangkan
Diet flexitarian merupakan metode yang membantah bahwa diet harus dilakukan secara ekstrem dan menyiksa. Anda hanya disarankan untuk meningkatkan porsi sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan utuh daripada berhenti mengonsumsi protein hewani dan karbohidrat secara tiba-tiba.
Tentu, memilih karbohidrat utama yang tepat juga tidak kalah penting. Beras sehat organik dari Healthy Choice merupakan produk yang Anda butuhkan. Selain kandungan karbohidratnya seimbang, produk ini juga tidak terpapar cairan kimia berbahaya seperti pestisida dan herbisida, sehingga aman dikonsumsi.

